Perbedaan SNMPTN dan SBMPTN: 6 Hal Penting
Setiap tahun, ribuan siswa SMA bersaing masuk perguruan tinggi negeri (PTN) melalui dua jalur populer, yaitu SNMPTN dan SBMPTN. Namun, banyak calon mahasiswa masih bingung memahami perbedaan keduanya. Padahal, pemahaman yang tepat akan membantu siswa menyusun strategi sejak kelas X atau XI. Oleh karena itu, penting untuk mengenali karakteristik masing-masing jalur agar peluang lolos semakin besar.
Apa Itu SNMPTN?
SNMPTN merupakan singkatan dari Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Panitia nasional menyelenggarakan jalur ini berdasarkan nilai rapor serta prestasi akademik siswa selama di sekolah. Dengan kata lain, siswa tidak mengikuti ujian tertulis. Sebaliknya, sekolah menginput nilai dan data prestasi melalui sistem resmi, lalu panitia menyeleksi peserta berdasarkan rekam jejak akademik.
Selain itu, SNMPTN hanya membuka kesempatan bagi siswa yang masuk kategori eligible sesuai kuota sekolah. Artinya, tidak semua siswa bisa mendaftar. Oleh sebab itu, konsistensi nilai sejak semester awal sangat menentukan peluang lolos.
Apa Itu SBMPTN?
SBMPTN atau Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri merupakan jalur seleksi yang menggunakan ujian tertulis berbasis komputer. Saat ini, sistemnya dikenal sebagai UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer). Berbeda dengan SNMPTN, jalur ini terbuka untuk siswa lulusan tahun berjalan maupun beberapa tahun sebelumnya.
Melalui SBMPTN, peserta mengikuti tes kemampuan akademik yang terstandar secara nasional. Karena itu, persiapan belajar menjadi kunci utama. Siswa harus menguasai materi Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) sesuai jurusan yang dipilih.
6 Cara Membedakan SNMPTN dan SBMPTN
Agar tidak salah strategi, berikut enam perbedaan utama antara SNMPTN dan SBMPTN.
1. Sistem Seleksi
Pertama, SNMPTN menilai prestasi akademik berdasarkan rapor dan portofolio. Sebaliknya, SBMPTN mengandalkan hasil ujian tertulis. Dengan demikian, SNMPTN cocok bagi siswa yang konsisten berprestasi, sementara SBMPTN memberi kesempatan kedua bagi yang ingin meningkatkan peluang melalui tes.
2. Syarat Pendaftaran
SNMPTN hanya dapat diikuti siswa kelas XII yang memenuhi kuota sekolah. Di sisi lain, SBMPTN terbuka untuk lulusan tahun berjalan maupun alumni. Karena itu, fleksibilitas SBMPTN lebih luas dibanding SNMPTN.
3. Biaya Pendaftaran
Selanjutnya, SNMPTN biasanya tidak memungut biaya pendaftaran karena pemerintah menanggungnya. Namun, peserta SBMPTN harus membayar biaya UTBK sesuai ketentuan resmi. Meskipun begitu, tersedia skema bantuan bagi peserta dari keluarga kurang mampu.
4. Tingkat Persaingan
Walaupun keduanya kompetitif, persaingan SNMPTN sering kali lebih ketat karena kuotanya terbatas dan hanya siswa tertentu yang bisa mendaftar. Sementara itu, SBMPTN menampung lebih banyak peserta, tetapi tetap menerapkan standar nilai tinggi.
5. Strategi Persiapan
Untuk SNMPTN, siswa harus menjaga nilai rapor sejak awal dan aktif mengikuti lomba akademik. Sebaliknya, untuk SBMPTN, siswa perlu fokus latihan soal, mengikuti try out, dan memahami pola ujian terbaru. Jadi, strategi belajar jelas berbeda.
6. Waktu Pelaksanaan
Biasanya, SNMPTN berlangsung lebih awal dibanding SBMPTN. Setelah pengumuman SNMPTN keluar, barulah pendaftaran SBMPTN dibuka. Oleh sebab itu, banyak siswa menjadikan SBMPTN sebagai alternatif jika belum lolos SNMPTN.
Mana yang Lebih Baik?
Sebenarnya, tidak ada jalur yang lebih baik. Keduanya memberikan kesempatan yang sama untuk masuk PTN favorit. Namun, pilihan terbaik bergantung pada kondisi akademik masing-masing siswa. Jika nilai rapor stabil dan tinggi, SNMPTN bisa menjadi peluang emas. Akan tetapi, jika ingin mengandalkan kemampuan tes, SBMPTN menjadi opsi yang tepat.
Pada akhirnya, siswa perlu merencanakan strategi sejak dini. Selain memahami perbedaan SNMPTN dan SBMPTN, siswa juga harus mengenali minat, kemampuan, serta jurusan yang dituju. Dengan persiapan matang dan informasi akurat, peluang lolos ke perguruan tinggi negeri impian akan semakin terbuka.
